Apa itu kesepakatan antar-alat dan mengapa dua perangkat tidak setuju
Kesepakatan antar-alat adalah seberapa jauh dua alat boleh duduk saat mengukur patch yang sama. Lebih jauh dari angka pabrik, keduanya tidak boleh saling menerima. Jika toleransi warna ditulis lebih ketat dari kesepakatan itu, “lulus” hanyalah alat bergetar. Sejajarkan dua alat pada patch yang sama, kondisi yang sama, baru bicara tinta.
Kesepakatan antar-alat adalah seberapa jauh dua alat boleh duduk saat mengukur patch yang sama. Lebih jauh dari angka pabrik, keduanya tidak boleh saling menerima. Jika toleransi warna ditulis lebih ketat dari kesepakatan itu, “lulus” hanyalah alat bergetar. Sejajarkan dua alat pada patch yang sama, kondisi yang sama, baru bicara tinta.

Mengapa berbeda
Model berbeda punya lampu, filter, dan aperture berbeda. Model yang sama, dipakai lama, terpisah saat lampu menua. Jika satu M1 dan yang lain M2, atau satu backing putih dan satu hitam, celah terutama dari kondisi, bukan alat rusak. Saat membandingkan, empat butir harus sama: geometri, kondisi M, backing, aperture. Lalu solid yang sama beberapa kali di masing-masing.
Jika celah di dalam kesepakatan pabrik, keduanya boleh dipakai, tetapi jangan minta 0,1. Lebih besar, kirim kalibrasi. Jangan rata-ratakan keduanya dan sebut itu hasil pelanggan.
Setelah celah muncul
| Celah dua alat | Kondisi | Tindakan |
|---|---|---|
| Di dalam kesepakatan pabrik | Sama | Keduanya dipakai; sebut alat di laporan |
| Lebih besar dari kesepakatan | Sama | Hentikan satu, kirim kalibrasi |
| Besar | Kondisi berbeda | Samakan kondisi dulu, lalu bandingkan |
Saat mencatat, tulis
- Patch perbandingan dan kedua bacaan.
- Angka kesepakatan pabrik.
- Penerimaan hanya memakai alat yang sudah disejajarkan. Jangan ganti unit lain untuk angka lebih cantik.